Dasar dan Tujuan PSHT
Organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate ikut mendidik manusia yang
berbudi luhur tahu benar dan salah serta ikut Memayu Hayuning Bawono
juga mengajarkan bela diri pencak silat dimana didalamnya terkandung
unsur-unsur olah raga, dan seni bela diri serta merupakan seni budaya
bangsa Indonesia yang perlu di kembangkan dan dilestarikan.
Berbudi Luhur
Manusia berbudi luhur adalah manusia yang baik, kehadiranya mampu
menciptakan ketentraman, keamanan,kedamaian serta kebahagiaan lahir
batin. Yang lemah merasa terlindungi dan yang kuat tidak merasa
tersaingi. Manusia bisa di sebut baik bila perbuatan baiknya lebih
banyak dari perbuatan buruknya walaupun selisihnya sedikit. Karena tidak
ada manusia yang lepas dari dosa kecuali para utusan Tuhan. Mereka
memang selalu di jaga dan di jauhkan dari perbuatan-perbuatan tercela
agar di jadikan panutan umatnya.
Budi pekerti bisa menentukan nilai martabat manusia. Dan bila di
tilik lebih lanjut berbudi luhur dapat di bedakan menajadi empat macam.
Berbudi Luhur kepada Tuhan
Kita harus yakin bahwa Tuhan menaruh embrio manusia kedalam kandungan
ibunya, kemudian melahirkan ke alam dunia lalu membesarkan dan
memberikan nikmat yang tak terhitung nilainya. Dia pula yang akan
mematikan dan membangkitkanya nanti pada hari kiamat. Manusia selalu
tergantung kepada Tuhan. Contoh-contoh kecil adalah ketidak mampuan
manusia membuat setetes darah apalagi banyak. Ketidakberdayaan manusia
menumbuhkan sel-sel daun pada satu pohon apalagi semua pohon. Ketidak
tahuan pada bahan bakar matahari apalagi menyediakanya. Ilmu-ilmu jin
dan manusia kalo di gabungkan tak akan lebih dari setetes air di
samudera luas jika di bandingkan ilmu Tuhan. Maka kalau manusia mau
berfikir sejenak pastilah ia merasa terpaksa atau sukarela untuk
berterimaksih kepada Tuhan SWT. Ungkapan terimakasih kepada Tuhan bukan
sekedar percaya kepadaNya. Bila manusia sekedar percaya tetapi tidak
taat maka iblis akan lebih baik. Tentu saja iblis lebih baik, iblis
lebih percaya kepada Tuhan dari pada manusia karena iblis pernah
berdialog langsung dengan Tuhan tetapi tetap durhaka. Ungkapan
terimaksih kepada Tuhan harus dinyatakan dengan perbuatan yaitu dengan
memenuhi hak-hak Tuhan supaya Tuhan juga memenuhi hak-hak hambaNya.
Berbudi Luhur kepada Orang Tua dan Guru
Walaupun yang melahirkan manusia itu Tuhan (=ibu hanya mampu
mengandung saja karena bila sudah tiba saat melahirkan maka ia tak akan
mampu menahanya. Atau walaupun seorang ibu sedah ingin melahirkan tetapi
kalau Tuhan belum menghandaki maka ia juga tak akan sanggup
mengeluarkan bayinya. Bukti kekuasaan Tuhan ini, yaitu adanya ibu-ibu
yang melahirkan saat sedang diperjalanan ke rumah sakit atau pada saat
yang tidak di kehendaki ibu itu).Namun demikian jangan lupa bahwa ibu
selalu menyambut kelahiran bayinya dengan rasa sakit dan darah, bahkan
kadang-kadang bayinya di tebus dengan nyawa satu-satunya. Dan setelah
putranya cukup umur maka ia menyerahkan kepada guru. Maka dari itu
berterimakasih kepada orang tua dan Guru wajib.
Berbudi Luhur kepada Diri Sendiri
Memenuhi hak-hak jasmani dan rokhani dengan menjaga kesehatan makan
makanan yang baik dan halal, menghindari makanan yang haram, miuman
keras ganja , atau obat-obatan terlarang lainnya yang merusak saraf
otak.
Berbudi Luhur kepada Semua Mahluk
Manusia adalah makluk sosial. Satu sama lain saling membutuhkan. Yang
kaya membutuhkan tenaga yang miskin dan yang miskin memerlukan bantuan
yang kaya, yang pandai memerlukan yang bodoh dan juga sebalikya.hal
ini juga berlaku antar bangsa. Perbuatan baik dan buruk merupakan
pantulan dari sifat seseorang. Maka orang yang bijaksana tidak akan
merendahkan dirinya sendiri dengan menghina orang lain. Orang bijaksana
selalu menjaga martabat dan kehormatanya dengan menyantuni orang lain
terutama yang lemah.
Maka kalaupun harus terjadi tindak kekerasan tidak dapat di hindari,
haruslah di sadari bahwa pendekar sejati tidak akan berangan-angan
untuk menciderai tubuh maupun hati lawan. Kekerasan tadi hanyalah
sekedar untuk memberi peringatan saja agar memiliki kesempatan
bertaubat. Dan walaupun Tuhan mengijinkan membalas perbuatan yang jahat
dengan kejahatan yang seimbang. Namun Tuhan juga menawarkan alternatif
lain yang lebih baik yaitu memafkan karena memaafkan itu lebih
mendekatkan kepada taqwa. Untuk itulah dalam Persaudaraan Setia Hati
Terate mengajarkan kripen atau tehnik kuncian agar dapat mengalahkan
lawan tanpa harus melukai apalagi sampai membunuh. Saling membunuh
tanpa sebab yang dibenarkan sangatlah berat sangsinya apalagi sesama
manusia.
Sedangkan contoh berbudi luhur kepada tumbuh-tumbuhan adalah tidak
merusak lingkungan hidup. Bila nenebang pohon di hutan harus di adakan
reboisasi atau penanaman kembali.
Catatan: Tujuan Yang Mulia dari Persaudaraan Setia Hati Terate
Rabu, 30 Mei 2012
Riwayat Singkat Ki Ngabei Ageng Soerodiwirdjo (Eyang Suro)
Riwayat Eyang Suro
Ki Ngabei Ageng Soerodiwirdjo nama kecilnya adalah Muhamad Masdan, yang lahir pada tahun 1876 di Surabaya putra sulung Ki Ngabei Soeromihardjo (mantri cacar di ngimbang kab: jombang Ki ngabei Soeromihardjo adalah saudara sepupu RAA Soeronegoro (bupati Kediri pada saat itu). Ki Ageng soerodiwirdjo mempunyai garis keterunan batoro katong di Ponorogo, beliau kawin dengan ibu sarijati umur 29 tahun di surabaya dari perkawinan itu dianugrahi 3 anak laki-2 dan 2 anak perempuan namun semuanya meninggal dunia sewaktu masih kecil.
Pada usia 14 tahun (th 1890) beliau lulus SR sekarang SD kemudian diambil putra oleh pamanya (wedono di wonokromo) dan tahun 1891 yaitu tepat berusia 15 tahun ikut seorang kontrolir belanda di pekerjakan sebagai juru tulis tetapi harus magang dahulu (sekarang capeg). Pada usia yang relatif masih muda Ki Ageng Soerodiwirdjo mengaji di pondok pesantren tibu ireng jombang, dan disini lah beliau belajar pencak silat pada tahun 1892 pindah ke bandung tepatnya di parahyangan di daerah ini beliau berksempatan menambah kepandaian ilmu pencak silat. Ki Ageng Soerodiwirdjo adalah seorang yang berbakat, berkemauan keras dan dapat berfikir cepat serta dapat menghimpun bermacam-macam gerak langkah permainan. Pencak silat yang di ikuti antar lain:
* Cimande
* Cikalong
* Cibaduyut
* Ciampea
* Sumedangan
Tahun 1893 beliau pindah ke jakarta, di kota betawi ini hanya satu tahun tetapi dapat mempergunakan waktunya untuk menambah pengetahuan dalam belajar pencak silat yaitu:
* Betawian
* Kwitangan
* Monyetan
* Toya
Pada tahun 1894 Ki Ageng Soerodiwirdjo pindah ke bengkulu karena pada saat itu orang yang di ikutinya (orang belanda) pindah kesana.di bengkulu permainanya sama dengan di jawa barat, enam bulan kemudian pindah ke padang. Di kedua daerah ini Ki Ageng Soerodiwirdjo juga memperdalam dan menambah pengetahuannya tentang dunia pencak silat. Permainan yang diperolehnya antara lain : minangkabau
* Permainan padang Pariaman
* Permainan padang Sidempoan
* Permainan padang Panjang
* Permainan padang Pesur / padang baru
* Permainan padang sikante
* Permainan padang alai
* Permainan padang partaikan
Permainan yang di dapat dari bukit tinggi yakni :
* Permainan Orang lawah
* Permainan lintang
* Permainan solok
* Permainan singkarak
* Permainan sipei
* Permainan paya punggung
* Permainan katak gadang
* Permainan air bangis
* Permainan tariakan
Dari daerah tersebut salah satu gurunya adalah Datuk Rajo Batuah. Beliau disamping mengajarkan ilmu kerohanian. Dimana ilmu kerohanian ini diberikan kepada murid-murid beliau di tingkat II.
Pada tahun 1898 beliau melanjutkan perantuanya ke banda aceh, di tempat ini Ki Ageng Soerodiwirdjo berguru kepada beberapa guru pencak silat, diantarnya :
* Tengku Achamd mulia Ibrahim
* Gusti kenongo mangga tengah
* Cik bedoyo
Dari sini diperoleh pelajaran – pelajaran, yakni:
* Permainan aceh pantai
* Permainan kucingan
* Permainan bengai lancam
* Permainan simpangan
* Permainan turutung
Pada tahun 1902 Ki Ageng Soerodiwirdjo kembali ke Surabaya dan bekerja sebagai anggota polisi dengan pangkat mayor polisi. Tahun 1903 di daerah tambak Gringsing untuk pertama kali Ki Ageng Soerodiwirdjo mendirikan perkumpulan mula-mula di beri nama ‘SEDULUR TUNGGAL KECER” dan permainan pencak silatnya bernama “ JOYO GENDELO” .
Pada tahun 1917 nama tersebut berubah, dan berdirilah pencak silat PERSAUDARAAN SETIA HATI, (SH) yang berpusat di madiun tujuan perkumpulan tersebut diantaranya, afar para anggota (warga) nya mempunyai rasa Persaudaraan dan kepribadian Nasional yang kuat karena pada saat itu Indonesia sedang di jajah oleh bangsa belanda. Ki Ageng Soerodiwirdjo wafat pada hari jum`at legi tanggal 10 nopember 1944 dan di makamkan di makam Winongo madiun dalam usia enam puluh delapan tahun (68).
Ki Ngabei Ageng Soerodiwirdjo nama kecilnya adalah Muhamad Masdan, yang lahir pada tahun 1876 di Surabaya putra sulung Ki Ngabei Soeromihardjo (mantri cacar di ngimbang kab: jombang Ki ngabei Soeromihardjo adalah saudara sepupu RAA Soeronegoro (bupati Kediri pada saat itu). Ki Ageng soerodiwirdjo mempunyai garis keterunan batoro katong di Ponorogo, beliau kawin dengan ibu sarijati umur 29 tahun di surabaya dari perkawinan itu dianugrahi 3 anak laki-2 dan 2 anak perempuan namun semuanya meninggal dunia sewaktu masih kecil.
Pada usia 14 tahun (th 1890) beliau lulus SR sekarang SD kemudian diambil putra oleh pamanya (wedono di wonokromo) dan tahun 1891 yaitu tepat berusia 15 tahun ikut seorang kontrolir belanda di pekerjakan sebagai juru tulis tetapi harus magang dahulu (sekarang capeg). Pada usia yang relatif masih muda Ki Ageng Soerodiwirdjo mengaji di pondok pesantren tibu ireng jombang, dan disini lah beliau belajar pencak silat pada tahun 1892 pindah ke bandung tepatnya di parahyangan di daerah ini beliau berksempatan menambah kepandaian ilmu pencak silat. Ki Ageng Soerodiwirdjo adalah seorang yang berbakat, berkemauan keras dan dapat berfikir cepat serta dapat menghimpun bermacam-macam gerak langkah permainan. Pencak silat yang di ikuti antar lain:
* Cimande
* Cikalong
* Cibaduyut
* Ciampea
* Sumedangan
Tahun 1893 beliau pindah ke jakarta, di kota betawi ini hanya satu tahun tetapi dapat mempergunakan waktunya untuk menambah pengetahuan dalam belajar pencak silat yaitu:
* Betawian
* Kwitangan
* Monyetan
* Toya
Pada tahun 1894 Ki Ageng Soerodiwirdjo pindah ke bengkulu karena pada saat itu orang yang di ikutinya (orang belanda) pindah kesana.di bengkulu permainanya sama dengan di jawa barat, enam bulan kemudian pindah ke padang. Di kedua daerah ini Ki Ageng Soerodiwirdjo juga memperdalam dan menambah pengetahuannya tentang dunia pencak silat. Permainan yang diperolehnya antara lain : minangkabau
* Permainan padang Pariaman
* Permainan padang Sidempoan
* Permainan padang Panjang
* Permainan padang Pesur / padang baru
* Permainan padang sikante
* Permainan padang alai
* Permainan padang partaikan
Permainan yang di dapat dari bukit tinggi yakni :
* Permainan Orang lawah
* Permainan lintang
* Permainan solok
* Permainan singkarak
* Permainan sipei
* Permainan paya punggung
* Permainan katak gadang
* Permainan air bangis
* Permainan tariakan
Dari daerah tersebut salah satu gurunya adalah Datuk Rajo Batuah. Beliau disamping mengajarkan ilmu kerohanian. Dimana ilmu kerohanian ini diberikan kepada murid-murid beliau di tingkat II.
Pada tahun 1898 beliau melanjutkan perantuanya ke banda aceh, di tempat ini Ki Ageng Soerodiwirdjo berguru kepada beberapa guru pencak silat, diantarnya :
* Tengku Achamd mulia Ibrahim
* Gusti kenongo mangga tengah
* Cik bedoyo
Dari sini diperoleh pelajaran – pelajaran, yakni:
* Permainan aceh pantai
* Permainan kucingan
* Permainan bengai lancam
* Permainan simpangan
* Permainan turutung
Pada tahun 1902 Ki Ageng Soerodiwirdjo kembali ke Surabaya dan bekerja sebagai anggota polisi dengan pangkat mayor polisi. Tahun 1903 di daerah tambak Gringsing untuk pertama kali Ki Ageng Soerodiwirdjo mendirikan perkumpulan mula-mula di beri nama ‘SEDULUR TUNGGAL KECER” dan permainan pencak silatnya bernama “ JOYO GENDELO” .
Pada tahun 1917 nama tersebut berubah, dan berdirilah pencak silat PERSAUDARAAN SETIA HATI, (SH) yang berpusat di madiun tujuan perkumpulan tersebut diantaranya, afar para anggota (warga) nya mempunyai rasa Persaudaraan dan kepribadian Nasional yang kuat karena pada saat itu Indonesia sedang di jajah oleh bangsa belanda. Ki Ageng Soerodiwirdjo wafat pada hari jum`at legi tanggal 10 nopember 1944 dan di makamkan di makam Winongo madiun dalam usia enam puluh delapan tahun (68).
Sejarah berdirinya PSHT
Jiwa patriotisme yang tinggi ditunjukkan oleh Ki Hadjar Hardjo
Oetomo, salah seorang Saudara Tertua Setia Hati, dengan bantuan
teman-temannya dari Pilang Bango, Madiun dengan berani menghadang kereta
api yang lewat membawa tentara Belanda atau mengangkut perbekalan
militer. Penghadangan, pelemparan, dan perusakkan yang terjadi
berulang-ulang sampai akhirnya ia ditangkap PID Belanda dan mendapat
hukuman kurungan di penjara Cipinang dan dipindahkan ke Padang, Sumatera
Barat. Setelah dibebaskan, Ki Hadjar Hardjo Oetomo yang telah
mendirikan Setia Hati Pencak Sport Club yang kemudian mengaktifkan
kembali perguruannya sampai akhirnya berkembang dengan nama Persaudaraan
Setia Hati Terate.Persaudaraan Setia Hati Terate dalam perkembangannya
dibesarkan oleh RM Imam Koesoepangat murid dari Mohammad Irsyad kadhang
(saudara) Setia Hati Pencak Sport Club (SH PSC) yang merupakan murid
dari Ki Hadjar Hardjo Oetomo.Sebelum menjadi kadhang SH dan mendirikan
SH PSC, Ki Hadjar Hardjo Oetomo magang sebagai guru di SD Banteng
Madiun. Tidak betah menjadi guru, bekerja di Leerling Reambate di SS
(PJKA) Bondowoso, Panarukan dan Tapen. Tahun 1906 keluar dari PJKA dan
bekerja menjadi Mantri Pasar Spoor Madiun di Mlilir dengan jabatan
terakhir sebagai Ajudan Opsioner Pasar Mlilir, Dolopo, Uberan dan
Pagotan (wilayah selatan Madiun). Pada tahun 1916 bekerja di pabrik gula
Redjo Agung Madiun. Tahun 1917 masuk menjadi saudara SH dan dikecer
langsung oleh Ki Ngabei Soerodiwirjo, pendiri Persaudaran Setia Hati.
Pada tahun ini bekerja di stasiun kereta api Madiun hingga menjabat Hoof
Komisaris. Tahun 1922 bergabung dengan Sarekat Islam dan mendirikan
Setia Hati Pencak Sport Club di Desa Pilangbango, Madiun, yang kemudian
berkembang sampai ke daerah Nganjuk, Kertosono, Jombang, Ngantang,
Lamongan, Solo, dan Yogyakarta.
Ki Ngabei Soerodiwirdjo
Tahun 1925, ditangkap oleh Pemerintah Belanda dan dipenjara di
Cipinang, kemudian dipindahkan ke Padang, Sumatra Barat selama 15
tahun. SH PSC dibubarkan Belanda karena terdapat nama “pencak”. Setelah
pulang dari masa tahanan mengaktifkan kembali SH PSC dan untuk
menyesuaikan keadaan, kata “pencak” pada SH PSC menjadi “pemuda”. Kata
“pemuda” semata-mata hanya untuk mengelabui Belanda agar tidak
dibubarkan. Bertahan sampai tahun 1942 bersamaan dengan datangnya Jepang
ke Indonesia.Tahun 1942, atas usul saudara SH PSC Soeratno Soerengpati
tokoh pergerakan Indonesia Muda, nama SH Pemuda Sport Club diubah
menjadi Setia Hati Terate. Pada waktu itu SH Terate bersifat perguruan
tanpa organisasi.
Tahun 1948, atas prakarsa Soetomo Mengkoedjojo, Darsono,dan
lain-lain mengadakan konferensi di rumah Ki Hadjar Hardjo Oetomo di desa
Pilangbango, Madiun. Hasil konferensi menetapkan Setia Hati Terate yang
dulunya bersifat perguruan diubah menjadi organisasi Persaudaraan Setia
Hati Terate dengan diketuai oleh Oetomo Mangkoewidjojo dengan wakilnya
Darsono. Kemudian secara berturut-turut:
Tahun 1950, Ketua Pusat oleh Mohammad Irsyad.
Tahun 1974, Ketua Pusat oleh RM Imam Koesoepangat.
Tahun 1977-1984, Ketua Dewan Pusat oleh RM Imam Koesoepangat dan Ketua Umum Pusat oleh Badini.
Tahun 1985, Ketua Dewan Pusat oleh RM Imam Koesoepangat dan Ketua Umum Pusat oleh Tarmadji Boedi Harsono.
Tahun
1988, Ketua Dewan Pusat RM Imam Koesoepangat meninggal dunia dan PSHT
dipimpin oleh Ketua Umum Tarmadji Boedi Hardjono sampai sekarang.
Untuk menjadi saudara pada Persaudaraan Setia Hati Terate ini,
sebelumnya seseorang itu terlebih dahulu harus mengikuti pencak silat
dasar yang dimulai dari sabuk hitam, merah muda, hijau dan putih kecil.
Pada tahap ini seseorang tersebut disebut sebagai siswa atau calon
saudara.Selama dalam proses latihan pencak silat, seorang pelatih/warga
(saudara SH) juga memberikan pelajaran dasar ke-SH-an secara umum kepada
para siswa.Setelah menamatkan pencak silat dasar tersebut, seseorang
yang dianggap sebagai warga atau saudara SH adalah apabila ia telah
melakukan pengesahan oleh Dewan Pengesahan. Dewan pengesahan ini
termasuk saudara SH yang “terbaik dari yang terbaik” yang dipilih
melalui musyawarah saudara-saudara SH.
Khadang SH Terate tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan di
beberapa negara seperti Belanda, Perancis, Belgia, Jerman, Amerika
Serikat, Australia, Malaysia, Singapura, Vietnam, Brunei Darussalam.
Secara administratif mulai dirintis pencatatan jumlah saudara pada tahun
1986. Sehingga jumlah saudara mulai tahun 1986 - 1999 sebanyak 208.267.
Dalam Perjalanan hidup tak sedikit kita merasakan manis serta
paitnya hidup ini. Disaat kita merasakan manisnya kita lupa bahwa manis
tak akan selamanya sehingga meluapkan segala kesenangan yang ada tanpa
memikirkan kedepannya. Begitu pula saat kita merasakan kepahitan akan
meratapi serta menyesali setiap kejadian yang dialami.
Manusia tak ada yang sempurna, oleh sebab itu kita dituntut
untuk saling melengkapi satu dengan yang lain. Apalah arti sebuah hidup
jika tanpa sahabat saudara serta keluarga berada dalam diri kita. Hanya
kesunyian kesepian serta kesedihan yang ada pada diri. Disaat mata kita
tak dapat membedakan mana yang baik dan buruk hati kecil kita yang akan
menentukan.
Selama kita yakin akan diri kita selama itu pula kita akan menag dalam setiap langkah kita.
" Manusia dapat dimatikan, manusai dapat dihancurkan tapi manusia tidak dapat dikalahkan selama manusia itu masih setia pada dirinya sendiri "
Selama kita yakin akan diri kita selama itu pula kita akan menag dalam setiap langkah kita.
" Manusia dapat dimatikan, manusai dapat dihancurkan tapi manusia tidak dapat dikalahkan selama manusia itu masih setia pada dirinya sendiri "
Kita bangun rasa percaya diri kita mulai dini, mulai belajar menetukan salah dan benar. Persaudaraan adalah kunci kebahagaian, Persaudaraan akan membawa kedamaian, Persaudaraan akan menyatukan kita semua tak memandang tua muda, gender serta agama. Semakin banyak saudara akan mengurangi rasa ketakutan pada diri kita. Jaga Persaudaraan diantara kita karena merekalah yang akan membimbing kita.
…………………………PSHT Jaya Selamanya………………….........
Kamis, 03 Mei 2012
Persaudaraan Setia Hati Terate
Manusidapat dihancurkan, manusia dapat dimatikan tetapi manusia tidak dapat dikalahkan selama manusia itu masih setia kepada dirinya sendirinya ....
Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate
Jiwa patriotisme yang tinggi ditunjukkan oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo, salah seorang Saudara Tertua Setia Hati, dengan bantuan teman-temannya dari Pilang Bango, Madiun dengan berani menghadang kereta api yang lewat membawa tentara Belanda atau mengangkut perbekalan militer. Penghadangan,
Langganan:
Postingan (Atom)